PADA musim gugur lalu, Chen Guangcheng, seorang aktivis yang buta dan berprofesi sebagai wartawan, dibebaskan dari penjara. Namun, para pendukung yang berkunjung ke sebuah desa di China timur tak bisa menemui Chen. Para pejabat dan preman yang membawa pentungan menghalangi mereka.
Namun, sebuah video tentang Chen, yang dibuat diam-diam, dapat diselundupkan dari rumahnya dan diberikan kepada sebuah kelompok HAM yang berbasis di AS. Video itu dikeluarkan hari Kamis (10/2) lewat internet. Kelompok HAM di AS itu mengatakan menerima video dari seorang ”teman di pemerintahan China” yang merasa prihatin atas perlakuan terhadap Chen dan keluarganya.
Testimoni Chen, seorang ”pembela HAM” paling terkemuka, memperlihatkan upaya keras Partai Komunis memantau dan membatasi pembangkang, bahkan setelah mereka dilepas dari penjara sekalipun.
Chen muncul dari sebuah desa di Provinsi Shandong. Kebutaan yang dia alami pada masa kanak-kanak tak menghalanginya belajar ilmu hukum. Hasilnya, dia memberikan advis hukum kepada warga terkait pencaplokan tanah dan pelanggaran lain yang dilakukan para pejabat pemerintah.
(lagi…)